← ETIA-RescuDose

Ped-VentMechanics

Pediatric Mechanical Ventilation & PARDS Engine

v1.1 • PALICC-2

Rumus Teori P/F Ratio

P/F Ratio = PaO₂ (mmHg) / FiO₂ (desimal)

*Catatan: FiO₂ desimal = Nilai % / 100 (Contoh: 50% = 0.50).

Hasil Perhitungan P/F Ratio

-
-

-

💡 Klik untuk melihat Tabel Acuan Estimasi FiO2 (Terapi Oksigen Non-Invasif)

Perkiraan, bukan FiO₂ terukur. Kisaran pada tabel bergantung pada ukuran pasien, pola napas, kecocokan alat, kebocoran, dan aliran. Jangan memakai FiO₂ perkiraan sebagai dasar tunggal klasifikasi PALICC-2.

Jenis Alat Alir Oksigen Aliran (LPM) FiO₂ (%) Catatan Klinis & Batas Penggunaan
Nasal Kanul 1 – 4 24% – 36% Kisaran perkiraan; aturan praktis kenaikan sekitar 3–4 poin persentase per L/menit tidak presisi pada anak. Ikuti batas aliran alat dan kondisi pasien.
Sungkup Muka Sederhana 5 – 8 40% – 60% Minimal aliran 5–6 LPM wajib untuk membilas penumpukan CO₂.
Sungkup Rebreathing 8 – 10 60% – 80% Kantong reservoir harus tetap mengembang 1/3 hingga 1/2 bagian.
Sungkup Non-Rebreathing (NRM) 10 – 15 80% – 95% Aliran tinggi wajib dijaga agar kantong reservoir tidak kempis.
Sirkit Jackson-Rees 10 – 15 95% – 100% Bebas katup, kantong reservoir terbuka (Mapleson F).
BVM + Oksigen + Reservoir 10 – 15 95% – 100% Standar resusitasi (Code Blue) untuk hantaran oksigen maksimal.
Catatan Transparansi Metode:
  • Estimasi Fisiologis: Pada alat low-flow systems (Nasal kanul, simple mask), nilai FiO₂ yang dihantarkan sangat dipengaruhi oleh perubahan Volume Tidal (VT), Frekuensi Napas (RR), dan tingkat kebocoran masker pasien.
  • FiO₂ untuk perhitungan: Gunakan nilai FiO₂ terukur atau tersetel bila tersedia. Pada HFNC dan ventilator, FiO₂ tersetel tetap dapat berbeda dari yang benar-benar diinspirasi akibat kebocoran, aliran, dan kondisi pasien; FiO₂ pada sistem alir rendah adalah perkiraan.

Rumus Teori S/F Ratio

S/F Ratio = SpO₂ (%) / FiO₂ (desimal)

Hasil Perhitungan S/F Ratio

-
-

-

💡 Klik untuk melihat Tabel Acuan Estimasi FiO2 (Terapi Oksigen Non-Invasif)

Perkiraan, bukan FiO₂ terukur. Kisaran pada tabel bergantung pada ukuran pasien, pola napas, kecocokan alat, kebocoran, dan aliran. Jangan memakai FiO₂ perkiraan sebagai dasar tunggal klasifikasi PALICC-2.

Jenis Alat Alir Oksigen Aliran (LPM) FiO₂ (%) Catatan Klinis & Batas Penggunaan
Nasal Kanul 1 – 4 24% – 36% Kisaran perkiraan; aturan praktis kenaikan sekitar 3–4 poin persentase per L/menit tidak presisi pada anak. Ikuti batas aliran alat dan kondisi pasien.
Sungkup Muka Sederhana 5 – 8 40% – 60% Minimal aliran 5–6 LPM wajib untuk membilas penumpukan CO₂.
Sungkup Rebreathing 8 – 10 60% – 80% Kantong reservoir harus tetap mengembang 1/3 hingga 1/2 bagian.
Sungkup Non-Rebreathing (NRM) 10 – 15 80% – 95% Aliran tinggi wajib dijaga agar kantong reservoir tidak kempis.
Sirkit Jackson-Rees 10 – 15 95% – 100% Bebas katup, kantong reservoir terbuka (Mapleson F).
BVM + Oksigen + Reservoir 10 – 15 95% – 100% Standar resusitasi (Code Blue) untuk hantaran oksigen maksimal.
Catatan Transparansi Metode:
  • Estimasi Fisiologis: Pada alat low-flow systems (Nasal kanul, simple mask), nilai FiO₂ yang dihantarkan sangat dipengaruhi oleh perubahan Volume Tidal (VT), Frekuensi Napas (RR), dan tingkat kebocoran masker pasien.
  • FiO₂ untuk perhitungan: Gunakan nilai FiO₂ terukur atau tersetel bila tersedia. Pada HFNC dan ventilator, FiO₂ tersetel tetap dapat berbeda dari yang benar-benar diinspirasi akibat kebocoran, aliran, dan kondisi pasien; FiO₂ pada sistem alir rendah adalah perkiraan.

Rumus Teori Oxygenation Index (OI)

OI = (FiO₂ (%) × MAP (cmH₂O)) / PaO₂ (mmHg)

💡 Estimasi MAP / P̄aw

Asumsi gelombang tekanan persegi: P̄aw ≈ [(Tᵢ × PIP) + (Tₑ × PEEP)] / (Tᵢ + Tₑ). Prioritaskan MAP yang terbaca pada ventilator; estimasi ini tidak berlaku universal untuk semua mode/waveform.

Hasil Perhitungan Oxygenation Index (OI)

-
-

-

Rumus Teori Oxygenation Index using SpO₂ (OSI)

OSI = (FiO₂ (%) × MAP (cmH₂O)) / SpO₂ (%)

💡 Estimasi MAP / P̄aw

Asumsi gelombang tekanan persegi: P̄aw ≈ [(Tᵢ × PIP) + (Tₑ × PEEP)] / (Tᵢ + Tₑ). Prioritaskan MAP yang terbaca pada ventilator; estimasi ini tidak berlaku universal untuk semua mode/waveform.

Hasil Perhitungan OSI

-
-

-

Evaluasi PALICC-2 (2023)

IMV: OI ≥4 atau OSI ≥5; full-face NIV dengan CPAP/PEEP ≥5: P/F ≤300 atau S/F ≤250. Nasal NIV atau HFNC yang memenuhi aliran: possible PARDS bila rasio dan kriteria klinis sesuai.

Derajat keparahan hanya dinilai ≥4 jam setelah diagnosis: IMV berat bila OI ≥16 atau OSI ≥12; full-face NIV berat bila P/F ≤100 atau S/F ≤150. Nilai SpO₂ hanya digunakan pada ≤97% dan keadaan stabil. Utamakan PaO₂ bila tersedia.

Kriteria klinis (pilih Ya / Tidak / Belum diketahui)

Untuk pasien dengan penyakit paru kronis atau penyakit jantung sianotik, perlu perburukan oksigenasi akut dari baseline. Pada penyakit jantung sianotik atau ventilasi invasif kronis, klasifikasi derajat berbasis OI/OSI tidak diterapkan.

Hasil evaluasi

-
-

-

Ventilasi protektif pada PARDS

  • Vₜ 6–8 mL/kg; pertimbangkan <6 bila diperlukan untuk batas tekanan; <4 mL/kg dengan hati-hati. Gunakan nilai yang lebih kecil antara predicted body weight dan actual body weight.
  • Pplat ≤28 cmH₂O; pada compliance dinding dada berkurang dapat dipertimbangkan 29–32 cmH₂O. Driving pressure ≤15 cmH₂O.
  • Permissive hypercapnia sampai batas bawah pH 7,20 bila diperlukan; evaluasi pengecualian seperti hipertensi intrakranial, hipertensi pulmonal berat, lesi jantung tertentu, instabilitas hemodinamik, atau disfungsi ventrikel.

Referensi primer

  1. Emeriaud G, et al. PALICC-2 Executive Summary. Pediatr Crit Care Med. 2023. Definisi, ambang dan rekomendasi klinis.
  2. Yehya N, et al. Definition, Incidence, and Epidemiology of PARDS. 2023.
  3. Fernández A, et al. Invasive Ventilatory Support in PARDS. 2023.

Alat bantu interpretasi; konfirmasi kondisi klinis, kualitas pengukuran dan keputusan perawatan oleh tim klinis.